Home » » Peluang Bisnis Edukasi

Peluang Bisnis Edukasi

Written By Deni Harianto on Minggu, 17 Februari 2013 | 06.11


OVERVIEW
Dengan populasi penduduk hampir 250 juta, termasuk 50 juta siswa dan 2,6 juta guru di lebih dari 250.000 sekolah, Indonesia menduduki peringkat ketiga dengan sistem pendidikan terbesar di Asia, bahkan keempat di dunia, setelah China, India, dan Amerika Serikat. Kenaikan GDP, tingkat urbanisasi, dan kesadaran para orang tua akan pentingnya bersaing dan memenuhi standar internasional di dunia global menumbuhkan keinginan akan kualitas pendidikan yang lebih baik untuk anak-anaknya. Dalam pendidikan formal, bisa dilihat dengan naiknya tingkat partisipasi siswa di tingkat tersier (perguruan tinggi) di Indonesia mencapai 27%, melampaui pertumbuhan populasi. Dalam pendidikan non formal, bisa dilihat oleh maraknya lembaga pendukung pembelajaran, seperti kelompok bermain, kursus bahasa, atau kursus musik.

CONSUMER BEHAVIOR
Ada kenaikan minat pada pendidikan non formal, kursus musik (rata-rata bertambah hingga 300 orang) dan kursus bahasa (khususnya Jepang). Dalam pendidikan formal, orang tua dengan pendapatan menengah ke atas mulai melirik sekolah internasional bersertifikat ISO 9001 atau mengadopsi kurikulum International Baccalaureate (IB).
Namun secara umum, perguruan tinggi publik masih menjadi pilihan. Data menunjukkan 32% angka partisipasi perguruan tinggi berasal dari 130 perguruan tinggi publik, sisanya dari 3.000 perguruan tinggi swasta.

BUSINESS TREND
Bimbingan belajar masuk PTN (perguruan tinggi negeri / publik) masih eksis walaupun pesaing ramai. Tren bisnis akan bergerak pada menjamurnya sekolah bertaraf internasional, kemunculannya membuka peluang bisnis untuk konsultan pendidikan dan penerimaan. Konsultan pendidikan membantu perancangan pendirian sekolah, mulai sistem keuangan hingga sumber daya manusia sampai basis datanya, sedangkan konsultan penerimaan membantu murid-murid sekolah internasional mengerti dan memenuhi kriteria penerimaan perguruan tinggi.
Home schooling dan online learning akan berkembang karena mampu disesuaikan dengan kebutuhan dan waktu yang dimiliki pelajar. Home schooling menawarkan kebebasan kepada keluarga secara mandiri mengajar anaknya dimana saja, dapat dengan mengundang guru privat atau mendaftarkan anak pada kursus. Online learning adalah metode belajar-mengajar mandiri tanpa tatap muka menggunakan media elektronik, khususnya internet, sehingga proses pengiriman bahan ajar dan tugas dapat timbal-balik terjadi.
Sementara untuk pendidikan non formal, kursus bahasa khususnya Jepang, layak untuk diperhatikan. Data menunjukkan bahwa minat orang Indonesia yang ingin belajar bahasa Jepang mencapai 720 ribu. Bila diibaratkan, setiap 5 orang yang belajar bahasa Jepang di luar negeri, 1 diantaranya adalah orang Indonesia. Bisnis tinggi peminat ini tentu potensial bila didukung dengan prasarana, pengajar, dan kurikulum yang fleksibel.
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ALMIDAN BLOG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger