Latest Post

Pergeseran Paradigma Belajar Abad 21

Written By Deni Harianto on Jumat, 05 April 2013 | 19.19


Tema pengembangan kurikulum 2013 adalah dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap (tahu mengapa), keterampilan (tahu bagaimana), dan pengetahuan (tahu apa) yang terintegrasi. Diakui dalam perkembangan kehidupan dan ilmu pengetahuan abad 21, kini memang telah terjadi pergeseran baik ciri maupun model pembelajaran. Inilah yang diantisipasi pada kurikulum 2013. Skema 1 menunjukkan pergeseran paradigma belajar abad 21yang berdasarkan ciri abad 21 dan model pembelajaran yang harus dilakukan.
iklan2-skema1
iklan2-gambar1
iklan2-gambar2
Sedang gambar 1 adalah posisi kurikulum 2013 yang terintegrasi sebagaimana tema pada pengembangan kurikulum 2013. Sudah barang tentu untuk mencapai tema itu, dibutuhkan proses pembelajaran yang mendukung kreativitas. Itu sebabnya perlu merumuskan kurikulum yang mengedepankan pengalaman personal melalui proses mengamati, menanya, menalar, dan mencoba (observation based learning) untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Di samping itu, dibiasakan bagi peserta didik untuk bekerja dalam jejaringan melalui collaborative learning. Pertanyaannya, pada pengembangan kurikulum 2013 ini, apa saja elemen kurikulum yang berubah? Empat standar dalam kurikulum meliputi standar kompetensi lulusan, proses, isi, dan standar penilaian akan berubah sebagaimana ditunjukkan dalam skema elemen perubahan.
Perubahan yang Diharapkan
Pengembangan kurikulum­­ 2013, selain untuk memberi jawaban terhadap beberapa permasalahan yang melekat pa­da kurikulum 2006, bertujuan ju­ga untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan meng­omunikasikan (mempresentasikan), apa yang di­ per­oleh atau diketahui setelah siswa menerima materi pembelaj­aran.
iklan2-skema2
Melalui pendekatan itu di­harapkan siswa kita memiliki kom­petensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang jauh lebih ba­ik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif. Sedikitnya ada lima entitas, masing-masing peserta didik, pendidik dan tenaga kepe­ndidikan, manajemen satuan pendidikan, Negara dan bangsa, serta masyarakat umum, yang diharapkan mengalami perubahan. Skema 2 menggam­barkan perubahan yang diharapkan pada masing-masing en­itas.

SBMPTN Diluncurkan 15 Maret 2013

 

 

 

 

 

 

SBMPTN Diluncurkan 15 Maret 2013

Jakarta—Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 direncanakan akan diluncurkan pada 15 Maret 2013 mendatang oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh. SBMPTN 2013 adalah mekanisme seleksi masuk ptn  melalui ujian tertulis dan atau keterampilan yang dilaksanakan secara serentak di 62 PTN.
“Siswa atau masyarakat bisa mengakses informasi terkait SBMPTN mulai 30 April,” kata Humas Panitia SNMPTN Bambang Hermanto di Kemdikbud, Jumat (1/03/2013).
Pendaftaran SBMPTN, kata Bambang, dilakukan secara online seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Peserta yang boleh mengikuti adalah lulusan tahun 2013, 2012, dan 2011.
Bambang mengatakan, daya tampung setiap perguruan tinggi masih dalam pembahasan. Jumlahnya, kata dia, tergantung dari rasio dosen dan mahasiswa, kapasitas ruang kelas dan lain sebagainya. “Harapan Pak Menteri daya tampung pt melalui jalur apapun seleksinya naik 10 persen,” katanya.
Bambang menyebutkan, ada tiga pola penerimaan masuk PTN yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri. Dia menjelaskan, bagi ptn yang hanya menyelenggarakan dua pola yaitu SNMPTN dan SBMPTN saja, komposisi rata-rata nasional penerimaannya 60:40.
Adapun bagi ptn yang menyelenggarakan tiga pola sekaligus, porsinya 50:30:20. “ITB dan UNPAD sejak tahun lalu tidak menyelenggarakan lagi seleksi mandiri,” katanya. (ASW).

Nasihat Kepada Kaum Muslimin: Ketahuilah, Cadar, Celana Ngatung dan Jenggot bukan Ciri-ciri Teroris!!!

Written By Deni Harianto on Selasa, 19 Februari 2013 | 05.04

Tulisan ini dikutip sempurna tanpa perubahan dari Blog Abu Umamah
Ketahuilah wahai kaum muslimin, memakai cadar bagi wanita muslimah, mengangkat celana hingga tidak menutupi mata kaki dan membiarkan jenggot tumbuh bagi seorang laki-laki muslim adalah bagian dari ajaran agama dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan terorisme, sebagaimana yang akan kami jelaskan bukti-buktinya -insya Allah- dari Al-Qur’an dan As-Sunnah serta penjelasan para ulama umat.
Benar bahwa sebagian teroris juga mengamalkan ajaran-ajaran agama ini, namun apakah setiap yang mengamalkannya dituduh teroris? Kalau begitu, bersiaplah menjadi bangsa yang teramat dangkal pemahamannya. Maka inilah keterangan ringkas yang insya Allah dapat meluruskan kesalahpahaman.

Pertama: Dasar syari’at menggunakan cadar bagi wanita muslimah

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab: 59)
Perhatikanlah, ayat ini memerintahkan para wanita untuk menutup seluruh tubuh mereka tanpa kecuali. Al-Imam As-Suyuthi rahimahullah berkata, “Ayat hijab ini berlaku bagi seluruh wanita, di dalam ayat ini terdapat dalil kewajiban menutup kepala dan wajah bagi wanita.” (Lihat Hirasatul Fadhilah, hlm. 51 karya Asy-Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid rahimahullah)
Juga firman Allah Ta’ala:
وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ
“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung (sampai) ke dadanya.” (An-Nur: 31)
Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata, “Semoga Allah Ta’ala merahmati para wanita generasi awal kaum Anshar. Ketika Allah Ta’ala menurunkan ayat, “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung (sampai) ke dadanya.” (An-Nur: 31), maka mereka langsung memotong-motong kain mereka dan berikhtimar (menutup wajah) dengannya.” (HR. Al-Bukhari, no. 4480)
Al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah menerangkan makna berikhtimar dalam hadits di atas adalah, “Para wanita sahabat Anshar menutup wajah mereka.” (Fathul Bari, 8/490)

Kedua: Dasar kewajiban mengangkat celana hingga tidak menutupi mata kaki bagi laki-laki muslim

Banyak sekali dalil yang melarang isbal (memanjangkan pakaian sampai menutupi mata kaki bagi laki-laki). Diantaranya sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu:
ما أسفل من الكعبين من الإزار ففي النار
“Bagian kain sarung yang terletak di bawah kedua mata kaki maka tempatnya neraka.” (HR. Al-Bukhari, no. 5450)
Juga sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dalam hadits Abu Dzar radhiyallahu’anhu:
ثلاثة ٌ لا يكلمهم الله يوم القيامة ولا ينظر إليهم ولا يزكيهم ولهم عذابٌ أليم قال فقرأها رسول الله {صلى الله عليه وسلم} ثلاث مرار قال أبو ذر خابوا وخسروا من هم يا رسول الله قال المسبل والمنان والمنفق سلعته بالحلف الكاذب
“Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari kiamat. Tidak dilihat (dengan pandangan rahmat), tidak disucikan dan akan mendapatkan azab yang pedih (dikatakan sebanyak tiga kali). Berkata Abu Dzar, “Mereka telah celaka dan merugi, siapa mereka itu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Mereka adalah seorang yang memanjangkan pakaiannya sampai menutupi mata kaki,  seorang pengungkit pemberian dan seorang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Muslim, no. 306)

Ketiga: Dasar kewajiban membiarkan jenggot tumbuh bagi laki-laki muslim

Dalam hadits Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
خالفوا المشركين وفروا اللحى وأحفوا الشوارب
“Berbedalah dengan orang-orang musyrik; biarkan jenggot tumbuh lebat dan potonglah kumis.” (HR. Al-Bukhari, no. 5553)
Juga dalam hadits Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
أحفوا الشوارب وأعفوا اللحى
“Potonglah kumis dan biarkanlah jenggot.” (HR. Muslim, no. 623)
Dan masih banyak hadits lain yang menunjukkan perintah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam untuk membiarkan jenggot tumbuh, sedangkan “perintah” hukum asalnya adalah “wajib” sepanjang tidak ada dalil yang “memalingkannya” dari hukum asal.
Demikianlah penjelasan ringkas dari kami, semoga setelah mengetahui ini kaum muslimin lebih berhati-hati lagi dalam menyikapi orang-orang yang mengamalkan sejumlah kewajiban di atas. Tentu sangat tidak bijaksana apabila kita mengeneralisir setiap orang yang tampak kesungguhannya dalam menjalankan agama sebagai teroris atau bagian dari jaringan teroris.
Peringatan: Ketahuilah wahai kaum muslimin, minimal ada dua resiko berbahaya apabila seorang mencela dan membenci satu kewajiban agama atau mencela dan membenci orang-orang yang mengamalkannya:
Pertama: Berbuat zalim kepada wali-wali Allah, sebab wali-wali Allah yang hakiki adalah orang-orang yang senantiasa menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, baik perintah itu wajib maupun sunnah.
Allah Ta’ala berfirman:
أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ  الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (Yunus: 62-63)
Jangan sampai kita berbuat dua kesalahan sekaligus; tidak mengamalkan kewajiban dari Allah Ta’ala, masih ditambah lagi dengan perbuatan zalim kepada orang-orang yang mengamalkan kewajiban tersebut.
Barangsiapa yang memusuhi wali Allah, dia akan mendapatkan kemurkaan Allah ‘Azza wa Jalla. Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:
إن الله قال من عادى لي ولياً فقد آذنته بالحرب وما تقرب إلى عبدي بشئ أحب إلى مما افترضته عليه وما يزال عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به وبصره الذي يبصر به ويده التي يبطش بها ورجله التي يمشي بها ولئن سألني لأعطينه ولئن استعاذني لأعيذنه
“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, “Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku maka Aku umumkan perang terhadapnya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih aku cintai daripada amal yang Aku wajibkan kepadanya. Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amal-amal sunnah sampai Aku mencintainya. Apabila Aku sudah mencintainya maka Akulah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, Akulah pandangannya yang dia gunakan untuk melihat, Akulah tangannya yang dia gunakan untuk berbuat, Akulah kakinya yang dia gunakan untuk melangkah. Kalau dia meminta kepada-Ku pasti akan Aku beri. Dan kalau dia meminta perlindungan kepada-Ku pasti akan Aku lindungi”.” (HR. Bukhari, no. 6137)
Faidah: Para ulama menjelaskan bahwa makna, “Akulah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, Akulah pandangannya yang dia gunakan untuk melihat, Akulah tangannya yang dia gunakan untuk berbuat, Akulah kakinya yang dia gunakan untuk melangkah” adalah hidayah dari Allah Ta’ala kepada wali-Nya sehingga ia tidak mendengar kecuali yang diridhai Allah, tidak melihat kepada apa yang diharamkan Allah, dan tidak menggunakan kaki dan tangannya kecuali untuk melakukan kebaikan (lihat Syarhul Arba’in An-Nawawiyah, hadits ke-38 oleh Asy-Syaikh Al-’Utsaimin rahimahullah).
Kedua: Perbuatan tersebut bisa menyebabkan kekafiran, sebab mencela dan mengolok-olok ajaran agama atau mengolok-olok orang-orang yang menjalankannya  (karena mereka mengamalkan ajaran agama) termasuk kekafiran kepada Allah Ta’ala.
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang mengolok-olok satu bagian dari ajaran Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, atau mengolok-olok pahalanya maupun siksanya maka dia telah kafir.” (Nawaqidul Islam, ke-6)
Berdasarkan firman Allah Ta’ala:
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.” (At-Taubah: 65-66)
Demikian pula, membenci satu bagian dari syari’at Allah Jalla wa ‘Ala, baik yang wajib maupun yang sunnah, atau membenci pelakunya (disebabkan karena syari’at yang dia amalkan) merupakan kekafiran kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala.
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata, “Barangsiapa membenci suatu ajaran yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam walaupun dia mengamalkannya, maka dia telah kafir.” (Nawaqidul Islam, ke-5)
Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ
“Demikianlah (mereka kafir) karena mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah, lalu Allah menghapuskan amalan-amalan mereka.” (Muhammad: 9)
Maka berhati-hatilah wahai kaum Muslimin dari kemurkaan Allah ‘Azza wa Jalla.
Kemudian kepada Ikhwan dan Akhwat yang telah diberikan hidayah oleh Allah Ta’ala untuk dapat menjalankan kewajiban-kewajiban di atas, hendaklah kalian bersabar dan tetap tsabat (kokoh) di atas sunnah, karena memang demikianlah konsekuensi keimanan, mesti ada ujian yang menyertainya.
Dan wajib bagi kalian untuk senantiasa menuntut ilmu agama dan menjelaskan kepada umat dengan hikmah dan lemah lembut disertai hujjah (argumen) yang kuat agar terbuka hati mereka -insya Allah- untuk menerima kebenaran berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman salaful ummah, bukan pemahaman teroris.
Wallahul Musta’an.

Peluang Bisnis Edukasi

Written By Deni Harianto on Minggu, 17 Februari 2013 | 06.11


OVERVIEW
Dengan populasi penduduk hampir 250 juta, termasuk 50 juta siswa dan 2,6 juta guru di lebih dari 250.000 sekolah, Indonesia menduduki peringkat ketiga dengan sistem pendidikan terbesar di Asia, bahkan keempat di dunia, setelah China, India, dan Amerika Serikat. Kenaikan GDP, tingkat urbanisasi, dan kesadaran para orang tua akan pentingnya bersaing dan memenuhi standar internasional di dunia global menumbuhkan keinginan akan kualitas pendidikan yang lebih baik untuk anak-anaknya. Dalam pendidikan formal, bisa dilihat dengan naiknya tingkat partisipasi siswa di tingkat tersier (perguruan tinggi) di Indonesia mencapai 27%, melampaui pertumbuhan populasi. Dalam pendidikan non formal, bisa dilihat oleh maraknya lembaga pendukung pembelajaran, seperti kelompok bermain, kursus bahasa, atau kursus musik.

CONSUMER BEHAVIOR
Ada kenaikan minat pada pendidikan non formal, kursus musik (rata-rata bertambah hingga 300 orang) dan kursus bahasa (khususnya Jepang). Dalam pendidikan formal, orang tua dengan pendapatan menengah ke atas mulai melirik sekolah internasional bersertifikat ISO 9001 atau mengadopsi kurikulum International Baccalaureate (IB).
Namun secara umum, perguruan tinggi publik masih menjadi pilihan. Data menunjukkan 32% angka partisipasi perguruan tinggi berasal dari 130 perguruan tinggi publik, sisanya dari 3.000 perguruan tinggi swasta.

BUSINESS TREND
Bimbingan belajar masuk PTN (perguruan tinggi negeri / publik) masih eksis walaupun pesaing ramai. Tren bisnis akan bergerak pada menjamurnya sekolah bertaraf internasional, kemunculannya membuka peluang bisnis untuk konsultan pendidikan dan penerimaan. Konsultan pendidikan membantu perancangan pendirian sekolah, mulai sistem keuangan hingga sumber daya manusia sampai basis datanya, sedangkan konsultan penerimaan membantu murid-murid sekolah internasional mengerti dan memenuhi kriteria penerimaan perguruan tinggi.
Home schooling dan online learning akan berkembang karena mampu disesuaikan dengan kebutuhan dan waktu yang dimiliki pelajar. Home schooling menawarkan kebebasan kepada keluarga secara mandiri mengajar anaknya dimana saja, dapat dengan mengundang guru privat atau mendaftarkan anak pada kursus. Online learning adalah metode belajar-mengajar mandiri tanpa tatap muka menggunakan media elektronik, khususnya internet, sehingga proses pengiriman bahan ajar dan tugas dapat timbal-balik terjadi.
Sementara untuk pendidikan non formal, kursus bahasa khususnya Jepang, layak untuk diperhatikan. Data menunjukkan bahwa minat orang Indonesia yang ingin belajar bahasa Jepang mencapai 720 ribu. Bila diibaratkan, setiap 5 orang yang belajar bahasa Jepang di luar negeri, 1 diantaranya adalah orang Indonesia. Bisnis tinggi peminat ini tentu potensial bila didukung dengan prasarana, pengajar, dan kurikulum yang fleksibel.

Membuat Slide Otomatis Berdasarkan Label

Written By Deni Harianto on Jumat, 15 Februari 2013 | 20.11

How to make an automatic Carousel slider based on labels?

In this tutorial I will discuss how to create automatic Carousel slider based on your labels in blogger. All you have to do only replace with your own label and the slider will work based on the label that you add in Edit HTML template. I made this carousel slider was very simple and only used jCarousellite script without adding easing effects or mousewheel.

carousel slider johny
  1. You must login to blogger with your account
  2. After that select the blog that you want to add slider.
  3. Go to the template >> Edit HTML and check the expand widget templates, don't forget to backup your template first.
  4. And then place this following codes above ]]></b:skin>:
    #carousel{width:950px;height:185px;margin-bottom:0px;position:relative;display:block}
    #carousel .container{position:absolute;left:49px;width:895px;height:185px;overflow:hidden;background:url(http://2.bp.blogspot.com/-i9rfuXWNIjo/T5LAemTP3XI/AAAAAAAAArY/r7FcfxzgZpk/s1600/scroller-bg.png) repeat center}
    #carousel #previous_button{position:absolute;width:49px;height:185px;background:url(http://3.bp.blogspot.com/-APGScJbAlLM/T5LDZ9LDgkI/AAAAAAAAAr4/vGy7EquPGME/s1600/prev.png) center;z-index:100;cursor:pointer;border-right:1px solid #ccc}
    #carousel #previous_button:hover{background:url(http://3.bp.blogspot.com/-4wNqeM6eRvY/T5LGCrdA9iI/AAAAAAAAAsE/4rjwULz47WU/s1600/prev.png) center}
    #carousel #next_button{position:absolute;right:0;width:49px;height:185px;background:url(http://1.bp.blogspot.com/-pSHFy8ff1R0/T5LDZHkHIzI/AAAAAAAAArw/PCfZ762nK3E/s1600/next.png) center;z-index:100;cursor:pointer;border-left:1px solid #ccc}
    #carousel #next_button:hover{background:url(http://2.bp.blogspot.com/-vSaPjyDhEMI/T5LGB-g1_lI/AAAAAAAAAsA/wyUPBLWY15E/s1600/next.png) center}
    #carousel ul{width:100000px;position:relative;margin-top:10px}
    #carousel ul li{background:#fff url(http://3.bp.blogspot.com/-NsKF7TyEX7I/T418sIGTo7I/AAAAAAAAAnc/OdQmhV73piY/s1600/main.png) repeat-x top;display:inline;float:left;text-align:center;font-weight:700;font-size:.9em;line-height:1.2em;border:1px solid #ccc;width:145px;height:150px;margin:0 4px 20px 7px;padding:6px;-webkit-border-radius:4px;-moz-border-radius:4px;border-radius:4px;}
    #carousel ul li:hover{filter:alpha(opacity=75);opacity:.75;}
    #carousel ul li a.slider_title{color:#222;display:block;margin-top:5px}
    #carousel ul li a.slider_title:hover{color:#cd1713}
    #carousel a img{display:block;background:#fff;margin-top:0}
    Look at some codes with the blue color above, that's the width and height of the slider in the demo that I made, change with your own size depend on your template width.
  5. Still in Edit HTML, add this following code above </head> :
    <script src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.7.2/jquery.min.js' type='text/javascript'/>
    <script src='https://masolis-javascript.googlecode.com/svn/trunk/carousellite.js' type='text/javascript'/>

    <script type='text/javascript'>
    //<![CDATA[
    imgr = new Array();
    imgr[0] = "http://2.bp.blogspot.com/-uitX7ROPtTU/Tyv-G4NA_uI/AAAAAAAAFBY/NcWLPVnYEnU/s1600/no+image.jpg";
    showRandomImg = true;

    aBold = true;

    summaryPost = 140;
    summaryTitle = 25;

    numposts1 = 15;
    label1 = "news";

    function removeHtmlTag(strx,chop){
    var s = strx.split("<");
    for(var i=0;i<s.length;i++){
    if(s[i].indexOf(">")!=-1){
    s[i] = s[i].substring(s[i].indexOf(">")+1,s[i].length);
    }
    }

    s = s.join("");
    s = s.substring(0,chop-1);
    return s;
    }
    function showrecentposts(json) {
    j = (showRandomImg) ? Math.floor((imgr.length+1)*Math.random()) : 0;
    img = new Array();
    document.write('<ul>');
    for (var i = 0; i < numposts1; i++) {
    var entry = json.feed.entry[i];
    var posttitle = entry.title.$t;
    var pcm;
    var posturl;
    if (i == json.feed.entry.length) break;
    for (var k = 0; k < entry.link.length; k++) {
    if (entry.link[k].rel == 'alternate') {
    posturl = entry.link[k].href;
    break;
    }
    }

    for (var k = 0; k < entry.link.length; k++) {
    if (entry.link[k].rel == 'replies' && entry.link[k].type == 'text/html') {
    pcm = entry.link[k].title.split(" ")[0];
    break;
    }
    }

    if ("content" in entry) {
    var postcontent = entry.content.$t;}
    else
    if ("summary" in entry) {
    var postcontent = entry.summary.$t;}
    else var postcontent = "";
    postdate = entry.published.$t;
    if(j>imgr.length-1) j=0;
    img[i] = imgr[j];
    s = postcontent ; a = s.indexOf("<img"); b = s.indexOf("src=\"",a); c = s.indexOf("\"",b+5); d = s.substr(b+5,c-b-5);
    if((a!=-1)&&(b!=-1)&&(c!=-1)&&(d!="")) img[i] = d;
    //cmtext = (text != 'no') ? '<i><font color="'+acolor+'">('+pcm+' '+text+')</font></i>' : '';
    var month = [1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12];
    var month2 = ["Jan","Feb","Mar","Apr","May","Jun","Jul","Aug","Sep","Oct","Nov","Dec"];
    var day = postdate.split("-")[2].substring(0,2);
    var m = postdate.split("-")[1];
    var y = postdate.split("-")[0];
    for(var u2=0;u2<month.length;u2++){
    if(parseInt(m)==month[u2]) {
    m = month2[u2] ; break;
    }
    }

    var daystr = day+ ' ' + m + ' ' + y ;
    var trtd = '<li class="car"><div class="thumb"><a href="'+posturl+'"><img width="145" height="100" class="alignnone" src="'+img[i]+'"/></a></div><p><a class="slider_title" href="'+posturl+'">'+posttitle+'</a></p></li>';

    document.write(trtd);
    j++;
    }
    document.write('</ul>');
    }
    //]]>
    </script>
    Notes:
    See the red URL script above, that's the latest series jQuery.min.js script code that I use to made this slider. And if you've found jQuery.min.js although with the different series in your template, the red codes no longer need to insert. There must be only one jQuery.min.js in your template, it is up to the serial number, if possible the latest version.
    Blue code (15) : amount of your post that display in the slider. news was a label that I choose to show up in slider.
  6. Next step you must call the slider to appear in your blog. Place this following code above <div id='main-wrapper'>:
    <b:if cond='data:blog.pageType != &quot;item&quot;'>
    <div id='carousel'>
    <div id='previous_button'/>
    <div class='container'>
    <script>
    document.write(&quot;&lt;script src=\&quot;/feeds/posts/default/-/&quot;+label1+&quot;?max-results=&quot;+numposts1+&quot;&amp;orderby=published&amp;alt=json-in-script&amp;callback=showrecentposts\&quot;&gt;&lt;\/script&gt;&quot;);
    </script>   
    <div class='clear'/>
    </div>
    <div id='next_button'/>
    </div>
    <script type='text/javascript'>
    (function($) {     $(document).ready(function(){
    $(&quot;#carousel .container&quot;).jCarouselLite({
        auto:4000,
        scroll: 1,
        speed: 800,   
        visible: 5,
        start: 0,
        circular: true,
        btnPrev: &quot;#previous_button&quot;,
        btnNext: &quot;#next_button&quot;
        });
        })})(jQuery)   
    </script>
    </b:if>
    You can also put the following codes in the bottom of your navigation menu or you can also placed in your footer side, that's depend on your needs.
  7. The final step, save templates and see the results.

Botol Ajaib

Written By Deni Harianto on Rabu, 13 Februari 2013 | 16.50

Botol Ajaib
Tidak ada henti-hentinya. Tidak ada kapok-kapoknya, Baginda selalu memanggil Abu Nawas untuk dijebak dengan berbagai pertanyaan atau tugas yang aneh-aneh. Hari ini Abu Nawas juga dipanggil ke istana.
Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman.
"Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin." kata Baginda Raja memulai pembicaraan.
"Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil." tanya Abu Nawas.
"Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya." kata Baginda.
Abu Nawas hanya diam. Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. la tidak memikirkan bagaimana cara menangkap angin nanti tetapi ia masih bingung bagai­mana cara membuktikan bahwa yang ditangkap itu memang benar-benar angin.
Karena angin tidak bisa dilihat. Tidak ada benda yang lebih aneh dari angin. Tidak seperti halnya air walaupun tidak berwarna tetapi masih bisa dilihat. Sedangkan angin tidak.
Baginda hanya memberi Abu Nawas waktu tidak le­bih dari tiga hari. Abu Nawas pulang membawa pekerjaan rumah dari Baginda Raja. Namun Abu Nawas tidak begitu sedih. Karena berpikir sudah merupakan bagian dari hidupnya, bahkan merupakan suatu kebutuhan. la yakin bahwa dengan berpikir akan terbentang jalan keluar dari kesulitan yang sedang dihadapi. Dan dengan berpikir pula ia yakin bisa menyumbangkan sesuatu kepada orang lain yang membutuhkan terutama orang-orang miskin. Karena tidak jarang Abu Nawas menggondol sepundi penuh uang emas hadiah dari Baginda Raja atas kecerdikannya.
Tetapi sudah dua hari ini Abu Nawas belum juga mendapat akal untuk menangkap angin apalagi memenjarakannya. Sedangkan besok adalah hari terakhir yang telah ditetapkan Baginda Raja. Abu Nawas hampir putus asa. Abu Nawas benar-benar tidak bisa tidur walau hanya sekejap.
Mungkin sudah takdir; kayaknya kali ini Abu Nawas harus menjalani hukuman karena gagal melaksanakan perintah Baginda. la berjalan gontai menuju istana. Di sela-sela kepasrahannya kepada takdir ia ingat sesuatu, yaitu Aladin dan lampu wasiatnya.
"Bukankah jin itu tidak terlihat?" Abu Nawas bertanya kepada diri sendiri. la berjingkrak girang dan segera berlari pulang. Sesampai di rumah ia secepat mungkin menyiapkan segala sesuatunya kemudian menuju ista­na. Di pintu gerbang istana Abu Nawas langsung dipersilahkan masuk oleh para pengawal karena Baginda se­dang menunggu kehadirannya.
Dengan tidak sabar Baginda langsung bertanya kepada Abu Nawas.
"Sudahkah engkau berhasil memenjarakan angin, hai Abu Nawas?"
"Sudah Paduka yang mulia." jawab Abu Nawas dengan muka berseri-seri sambil mengeluarkan botol yang sudah disumbat. Kemudian Abu Nawas menyerahkan botol itu.
Baginda menimang-nimang botol itu.
"Mana angin itu, hai Abu Nawas?" tanya Baginda.
"Di dalam, Tuanku yang mulia." jawab Abu Nawas penuh takzim.
"Aku tak melihat apa-apa." kata Baginda Raja.
"Ampun Tuanku, memang angin tak bisa dilihat, te­tapi bila Paduka ingin tahu angin, tutup botol itu harus dibuka terlebih dahulu." kata Abu Nawas menjelaskan. Setelah tutup botol dibuka Baginda mencium bau busuk. Bau kentut yang begitu menyengat hidung.
"Bau apa ini, hai Abu Nawas?!" tanya Baginda marah. "Ampun Tuanku yang mulia, tadi hamba buang angin dan hamba masukkan ke dalam botol. Karena hamba takut angin yang hamba buang itu keluar maka hamba memenjarakannya dengan cara menyumbat mulut botol." kata Abu Nawas ketakutan.
Tetapi Baginda tidak jadi marah karena penjelasan Abu Nawas memang masuk akal. Dan untuk kesekian kali Abu Nawas selamat.
oo000oo

10 TIPS RAHASIA MEMBAHAGIAKAN SUAMI-ISTRI

Setelah menikah, perlu kiranya mempelai saling berupaya membahagiakan. Jangan sampai tak seindah masa pacaran. Janganlah membesar-besarkan masalah kecil. Upayakan memiliki keluarga yang harmonis, sejahtera, bahagia lahir dan batin. Cobalah 10 tip berikut ini:

1. Jangan marah bersamaan, jika istri marah, sebaiknya suami jangan ikut marah.

2. Jangan berteriak kepada kekasih, kecuali rumah kebakaran atau ada maling.

3. Jika harus menang dalam adu pendapat, biarkan kekasih yang menang.

4. Bila harus mengkritik, kritiklah dengan lembut dan penuh kasih sayang.

5. Jangan mengungkit kesalahan masa lalu.

6. Jangan terlalu memperhatikan kejadian di sekitar, berikan perhatian lebih kepada kekasih

7. Jangan tidur dengan diliputi masalah suami-istri yang belum tuntas.

8. Paling tidak, sekali sehari ucapkan sesuatu yang menyenangkan kekasih.

9. Jika berbuat salah, segera mintalah maaf kepada kekasih.

10. Hindari pertengkaran atau cekcok. Usahakan jangan terlalu cerewet kepada kekasih.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ALMIDAN BLOG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger